LET’S GO WITH LOVE
Cast:
Choi Seung Hyun
Kang Ree Na
Kim Hyun Mi
Lee Soo He
apa aku salah....?
ini hanya serentetan perassanku
aku tahu kau tak kan mampu untuk berseketu dengan keyakinanku
tapi...
rasa ini melebihi apa yang ada dan sempat menjebakku.....
Bel berbunyi, siswa-siswa berhamburan keluar kelas. Aku dan sahabatku Hyun Mi beriringan keluar dari gerbang sekolah. Syukurlah aku dan Hyun Mibisa bersekolah di SMA yang sama, setelah Masa Orientasi Siswa usai aku dan Hyun Miditempatkan di kelas X1. Kami berjalan menelusuri jalan raya diwarnai cerita-cerita.. Hari ini tak ada yang menjemputku jadi kuputuskan untuk singgah dulu dirumah Hyun Mi. Kami terus berjalan dengan penuh tawa dan canda, tiba-tiba terdengar suara motor dari belakang, tenyata itu Seung Hyun
“ Annyeong Ree Na, aku mau menawarkan tumpangan untukmu, mau ikut tidak ?”
“jinjah, Seung Hyun aku boleh ikut dengamu?”
“Ne… tentu!”
“Hyun Mi aku duluan ya, gomawo sudah menemaniku”
“Ne… cheonma, hati-hati ya! Yaa... Seung Hyun-aah, jaga sahabatku ya! Bawan motornya jangan kencang-kencang!" tegas Hyun Mi
“Ani, aku kan bukan Valentino Rossi? kalau begitu kami duluan ya”
Hari itu adalah pertama kalinya aku nebeng ikut Seung Hyun, karena aku dan Seung Hyun satu sekolah kami tak begitu jarang ketemu, senneng sih tapi gelisah itu tetap ada menyelimuti hati. Sepanjang jalan kami terus bercerita sampai jarak delapan kilometer tak terasa. Rasanya ingin lebih lama lagi bersamanya. Rasa tentram saat dekat dengannya membuatku menjadi betah bersamanya.
Cinta memang tak pernah mengenal waktu, sama denganku mengapa aku bisa menyukainya padahal dia adalalah mantan kekasih sahabatku, apa itu salah. Tapi itu nyata dan dia pun merasakan hal yang sama denganku perasaan yang membingungkan diri sendiri. Apa aku harus terus dalam rasa bersalah ini. Aku tahu Soo He masih suka padanya. Ya Soo He sahabatku mantan kekasih Seung Hyun, namja yang memutuskan status pacarannya dengan Soo He beberapa bulan lalu dan sekarang dia menyatakan kalau dia menyukaiku. Aku bingung harus berbuat apa aku juga sebenarnya suka padanya. Bagaimana dengan persahabatanku dengan Soo He, apa aku harus membohongi persaanku sendiri, tak tau sampai kapan aku akan bertahan menahan persaan ini.
Pagi itu sangat cerah sang surya akan kembali melaksanakan tugasnya, menyinari sebagian sisi dari dari bumi. Ku raih tas sekoahku dan berlari keluar dari rumah. Tapi siapa yang menyangka ternya Seung Hyun sedari tadi nangkring di depan rumahku bersama motor hitam besarnya. Seung Hyun mulai melmparkan senyumannya padaku “Oh Tuhan sepertinya kau akan hayut melihat senyumannya yang begitu memukau” yang terbesik dalam hatiku. Aku mulai menjernihkan pikiranku, untuk apa namja itu pagi-pagi datang kemari, hanya membuat jantungku copot saja. Dan memang tak begitu susah Seung Hyun untuk menemuiku karena kompleksku berbatasan dengan kompleksnya.
“Ree Na bagaiman dengan pernyataanku kemarin ?”
“Aduhhh… bagaiman ya… mianhae Seung Hyun aku belum bisa jawab sekarang, aku butuh waktu untuk memkikirkan semuanya”
“Ne… tak apa-apa, aku tunggu jawabanmu”
Itulah akhir pembicaraan kami yang mungkin menimbulkan banyak tanya dalam otak Seung Hyun. Tapi jika memang Seung Hyun serius aku yakin dia akan terus bersabar untuk menunggu.
Hari terus berjalan sampai berbulan-bulan aku tak memberi jawaban pada Seung Hyun. Aku pun tak tau bagaimana kabarnya sekarang apa dia sudah menyerah karna aku yang kelamaan. Ya mungkin ini jalan terbaik agar persahabatanku dengan Soo He tak hanya menjadi sejarah. Dan sampai sekarang persahabatan kami masih terjalin dengan baik. Sampai suatu hari aku dan Soo He pergi bersama beberapa teman lain. Kami pergi ke salah satu taman wisata Huwon, yang berada di dalam kompleks istana Changdeok . Aku pun tak menyangka perjalan itu akan memberikan Soon He sosok namja penggati Seung Hyun. Tak sampai beberapa minggu Soo He pacaran dengan namja yang kami temui beberpa hari yang lalu di taman wisata, aku pun bahagia melihat sabatku masih bisa membuka pintu hatinya pada orang lain, apakah ini juga jalan yang di kasih Tuhan padaku agar akupun bisa bersama Seung Hyun? Tapi sudalah mungkin Seung Hyun sudah melupakanku, aku yang pernah membuatnya terlalu lama menunggu.
Setahun telah berlalu aku dan Hyun Mi sudah duduk di bangku kelas XI. Selang beberapa waktu setelah penaikan kelas aku mendengar berita kalau ada siswa kelas XII yang akan pindah sekolah, ya tak salah lagi itu Seung Hyun. Darahku seketika seakan berhenti beredar, jantungku berdetak kencang tatkala aku mendengar berita itu, aku bingung harus bagaimana apakah hatiku akan terus menahan sakit ini. Pulang sekolah aku berjalan keluar gerbang rasanya ingin sekiali bertemu dengan Seung Hyun ingin menanyakan apakah dia akan benar-benar meninggalkanku. Ternyata Tuhan mendengar permintaanku, ku dengar seseorang memanggilku dari belakang tak salah lagi Seung Hyun yang memanggilku.
“Wae Seung Hyun…?”
“Anni, aku hanya ingin membicarakan sesuatu denganmu, ada waktu?”
“Ne… memangnya mau membicarakan apa?”
“Ayo…”
Seung Hyun mengajakku duduk di bawah pohon depan kelasnya, disana dia memberitahuakan aku bahwa dia akan pindah sekolah.
“Benarkah Seung Hyun kamu akan pidah sekolah?” tanya Ree Nai was-was.
“Ne, bukannya aku ingin pergi darimu, tapi ayahku dipindah tugaskan ke Jepang, aku juga sebenarnya berat meninngalkanmu tapi aku tak punya pilihan lain aku dan ibuku harus ikut ayah, di sana aku akan melanjutkan sekolahku. Aku akan berangkat besok”
Kami saling bertatapan dan tak terasa air mataku telah bermuara di pipiku, aku berdiri dan berlari meninggalkan Seung Hyun tangpa sepatah kata pun, aku tak bisa menahan perasaanku yang sudah tak menentu.
***
Di rumah aku tak dapat berkonsentrasi karena aku tak tahu harus bersikap bagaimana. Seketika kudengar lantunan lagu favoritku “Bigbang Day by Day” ‘Dorabojimalgo tteonagara Tto nareul chatjimalgo saragara Neoreul saranghaetgie huhoeeopgie Johatdeon gieongman gajyeogara’ ku arahkan pandanganku ke sekeliling kamarku, kulihat Hand Phoneku sedang berbunyi. Ku raih Hand Phoneku dan mengamati layarnya, ternyata Seung Hyun, ya Tuhan cobaan apa lagi yang Kau hantarkan padaku, ku terima telfonnya dengan hati yang sangat gelisah.
“Annyeonghanseo…”
“Annyeong, Ree Na”
“Ada apa…?”
“Kenapa tadi siang kamu meninggalkanku begitu saja…?”
“Mianhae Seung Hyun, sebenarnya tadi aku sedang bingung... aku tak mau menammpakkan kesedihan padamu".
“Tapi tidak harus pergi kan? Masih banyak hal yang ingin aku katakan padamu. Aku hanya
ingin menuntaskan perasaanku, aku yankin kamu juga ingin menuntaskannya, dan selama ini aku tak pernah mempertanyakan itu lagi padamu karena aku tak ingin membuatmu menjadi lebih bingung, dan karena besok adalah hari terakhirku di sini mungkin ini adalah waktu yang tepat untuk mempernyakannya kembali ”
“Seung Hyun aku… aku… juga sebenarnya menyukaimu” kata yang meluncur begitu saa dari mulutku. “Maafkan aku selama ini telah membuatmu menunggu terlalu lama”
“jinjha, Ree Na kamu mau nerima aku?” terdengar suara yang keras dari mulut Seung Hyun
“tapi, besok kita akan berpisah apa kamu sanggup menjalin hubungan jarak jauh? Seandainya dari dulu kamu menyatakannya kita tidak akan serumit ini”
“Sudalah Seung Hyun tak apa-apa, kepastian ini sudah membuatku agak lega, tapi bagaimana dengan kamu sendiri, apa kamu sanggup?”
“Kau tak usah menghawatirkan aku. Aku pasti akan selalu mengingatmu, aku akan sering-sering meneleponmu dan kirim e-mail padamu”
“Bukannya gitu Seung Hyun tapi…”
“Tak ada tapi-tapian lagi yang penting sekarang kamu sudah menjadi milikku, jaga diri ya di sini aku tak mau mendengar Ree Na ku jalan dengan namja lain ya”
“Tak mau ahh… pasti lah aku jalan dengan namja lain”
“Enak saja memutuskan sendiri pokoknya tidak boleh dengan siapa pun, aku akan memberinya pelajaran pada namja itu kalau berani dekatimu”
“Maksud aku bagaimana kalau aku jalan sama Appaku, kamu berani? Heheheeee
"yah aku kira kamu serius mengatakannya"
“Ya sudahlah, istirahat besok kan kamu akan berangkat”
“Ne…”
***
Kata terakhir yang membuat perasaan ini terasa lebih lega, kepastian yang membuat kami melupakan yang ada disekitar kami, bahkan Soo He Aku juga tak tau apakah Soo He bisa segampang itu menerima statusku dengan Seung Hyun sekarang. Mungkin sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk memberi tahukannya, mungkin nanti.
Esok telah tiba dimana merupakan hari terakhir aku bisa bertemu dengan Soo He. Apakah aku harus mengantarnya ke bandara tapi itu akan membuatku merasa lebih berat untuk melepaskanya, jadi kuputuskan untuk tidak bertemu dan menghubunginya hari ini. Terdengar suara dari depan rumah ternyata Soo He yang ingin mengajakku jalan-jalan. Dengan senang hati ku terima ajakan Soo He kebetulan hari ini hari minggu lagi tak ada pekerjaan di rumah, dari pada memikirkan Seung Hyun yang hanya membuatku tambah sedih, lebih baik aku jalan-jalan bersama Soo He saja. Aku naik ke mobil Soo He yang sudah dari tadi parkir di depan rumahku. Kami menyusuri jalan dengan penuh kegembiraan. Tapi aku tak menyangka Soo He ternyata mengajakku ke bandara, ya Tuhan apa lagi ini, ternyata Soo He masih menaruh perasaan pada Seung Hyun. Apa yang harus kukatakan pada Soo He apa aku harus merahasiakan hubunganku dengan Seung Hyun? Tapi aku yakin dia tak dapat menerima semua ini. Aku tak dapat membayangkan jikalau Soo He tau semua ini mungkin takkan ada lagi canda bersamanya. Mungkin dengan kepergian Seung Hyun ke Jepang akan mempermudah aku untuk merahsiakan ini.
Sesampai di bandara sejurus kami memandang ke angkasa, ternyata pesawat yang di tumpangi Seung Hyun sudah berangkat. Aku hanya bisa tersenyum menyaksikannya, ingin menahan Seung Hyun agar tak pergi tapi itu sudah tak mungkin. Soo He pun membuka pembicaraan.
“Ree Na Bagaimana ini aku sudah tak bisa bertemu dengan Seung Hyun lagi” keluh Soo He
“Sudalah Soo He tenang saja pasti dia akan baik-baik saja di sana”
“seandai pesawatnya bisa kembali lagi ke sini”
“Ahh kamu ini ngawur saja, sudalah relakan saja”
“Andai kita berangkat lebih cepat ya, pasti aku bisa ketemu dengan Seung Hyun untuk terakhir kalinya”
Terlihat sekali raut muka Soo He yang sangat kecewa, aku makin nggak tega mengatakan yang sebenarnya telah terjadi. Setelah pesawat Seung Hyun tak terjangkau oleh pandangan kami lagi kami pun bergegas meninggalkan bandara. Tak ingin melihat Soo He semakin kecewa, akhirnya ku mantapkan dalam hatiku untuk tidak mgemberi tahukan padanya tentang hubungan kami.
Hati ini menagis, namun hanya kata selamat tinggal yang dapat kulantunkan dengan air mata yang mengiringinya. Seung Hyun selamat tinggal maafkan aku jikalau pernah membuatmu kecewa mungkin di kemudian hari Tuhan akan mempertemukana kita lagi dalam suasana yang lebih indah, dan tak serumit sekarang. Soo He maafkan aku pula karna aku sekarang telah menjadi kekasih Seung Hyun orang yang sangat kamu sayangi. Rasa sayangku pada Seung Hyun munkin menjadi penghianatan bagimu namun ini semua terjadi tanpa unsur sengaja, semuanya datang begitu saja, maafkan juga aku tak memberitahukanmu, karena ku yakin kamu tak akan bisa menerimanya. Perjalanan hidup ini memang butuh pengorbanan tak ada yang dapat kita miliki dengan segala kesempurnahannya.
Tell me goodbye, tell me goodbye
dakishimeta te wo
Tell me goodbye, tell me goodbye
hanasou
boku wo wasureru koto ni jiyuu ni naru nara Baby
Tell me goodbye, tell me goodbye
Girl you know kimi ga egao wo naku shitaku hodo
boku wa jibun mo semeru yo
nego semeru kotoba mo hikari sae mo
nanimokamo miushinau
Baby kono kuchibiru ga hanareta shunkan
I’ll never find better, better than you
Tell Me Goodbye_Bigbang (lagu yang selalu mengingatkanku padanya)
~to be continue~

Tidak ada komentar:
Posting Komentar