Title : Lets Go with Love Part 2
Cast:
- Ree Na
- Choi Seung Hyun
- Seungri
Author: Andi Nurmiyanti Halik
Genre: Romance and Family sinopsis LGL 1: Ree Na jatuh cinta pada mantan kekasih sahabatnya yaitu Seung Hyun, dan ternyata yang lebih mengagetkan lagi Seung Hyun juga sebenarnya munyukai Ree Na. kisah kasih pun di mulai tapi tanpa sepengetahuan sahabatnya Soo He. namun Seung Hyun harus meninggalkan Ree Na karena harus ikut ayahnya yang dipindah tugaskan ke Jepang.
maafkan aku pergi dalam keadaan ini...
tapi asal kau tahu perasaan ini akan tetap utuh
kupersembahkan segelintir air mata sendu...
jangan pernah melupakanku
walau mungkin suatu hari kau akan menyekutukanku... Dua tahun telah berlalu tanpa pernah bertemu dengan Seung Hyun, hanya telepon dan e-mail yang membuat kami bertahan sampai sekarang. Rindu sekali dengannya. Sekarang aku sudah lulus SMA dengan nilai yang cukup baik, aku ingin sekali kuliah di Jepang, ingin bertemu dengan Seung Hyun, tapi itu tidak mungkin, pasti eomma dan appaku tidak mungkin mengizinin aku kuliah jauh-jauh. Akhirnya aku mendaftar Re Naa di Universitas Yonsei yang merupakan salah satu universitas ternama dan tertua di Seoul, kami masuk Fakultas Seni dan Desain. Pagi itu aku dan Ree Na memang sudah janjian mau berangkat sama-sama.
“Ree Na… lama betul dandannya?”
“Ne… tunggu bentar hampir selesai kok”
“Seperti mau kemana saja, sampai dandan cantik-cantik begitu”
“Iya dong, siapa tahu ada namja keren, eh suka deh sama aku, hehehe…”
“Hmmm… aku kasih tahu Seung Hyun baru tahu rasa kamu”
“Ampun nyonya, hanya bercanda kok, heee…”
“Ayo berangkat! nanti pendaftarannya tutup lagi gara-gara kita terlambat”
“Ok…”
Aku dan Hyun Mi pun beriringan keluar dari rumah, dan segera berangkat setelah memberhentikan taxi. Tak lama kami pun sampai di tempat tujuan, aku dan Hyun Mi cepat-cepat berlari menuju pos pendaftran, karena terburu-buru aku bertabrakan dan jatuh.
“Aduh… mianhata…! Kamu tidak apa-apa kan?” sambil berdiri
“Kamu kalau jalan liat-liat dong!!” gerutuku
Sejurus aku memandang orang yang telah menabraknya, belum sempat aku melanjutkan omelanku, darahku seakan berhenti mengalir, detak jarum jam seakan berhenti, dan bumi pun seakan berhenti berputar. Aku hanya termangu, mataku berkaca-kaca. Terasa ini semua hanya mimpi, aku tak tahu apa yang harus ku lakukan ingin sekali memeluknya dengan erat melepaskan segala rindu yang telah yang telah menjadi gumpalan sebesar Benua Asia. Seung Hyun akhirnya kau kembali, seperti haranpanku dulu kau pasti akan kembali menemuiku di sini, tempat di mana kita pernah saling menahan persaan untuk sebuah persahabatan. Kulihat Hyun Mi pun merasakan pula kebahagianku. Seung Hyun kemudian membuka pembicaan.
“Ree Na, kamu baik-baik aja kan?”
“Ne Seung Hyun, aku baik kok! Kamu kok nggak bilang kalau mau kembali ke sini aku kan bisa jemput kamu di bandara”
“Aku ingin memberimu surprise”
“Jam berapa tadi kau tiba di sini?”
“Jam sepuluh pagi tadi”
“Tapi kok kamu tahu kalau aku ada di sini?”
“Iya lah, apa sih yang tidak aku tahu tentang kamu, aku kan pacar kamu, mana mumgkin aku tidak tahu tentang pacarku yang tersayang ini” sambil mencubit pipiku
“Ihh... kok cubit-cubit segala, aku kan bukan anak kecil, Aku kan sudah dewasa sudah mau kuliah lagi!” seru Ree Na sedikit menggoda.
“Iya…, tapi kelakuanmu masih kayak anak kecil”
“O iya, bagaimana kalo kita merayakan kedatangannya Seung Hyun sebentar malam? Sekalian kangen-kangenan” potong Hyun Mi.
“Ahh… kamu Ree Na, bisa saja” jawab Hyun Mi malu-malu. “Ne, aku setuju, tapi di mana?”
“Bagaimana kalau di rumahku saja?” jawab Hyun Mi enteng.
“Oke deh kalau begitu, sampai ketemu sebentar malam lagi” ucap Ree Na penuh semangat.
“Mau aku antar kedalam?” tanya Seung Hyun.
“Anni Seung Hyun, kamu kan baru datang, pasti capek. Lebih baik kamu pulang saja ke rumah istirahat! Lagi pula nanti dicari eomma sama appa kamu”
“Ne, tuan putri! Perintah akan segera dilaksanakan”
Seung Hyun pun akhirnya minggalkan kami. Aku dan Hyun Mi segera pergi ke tempat pendaftaran.
***
Malam itu sangat indah terasa lagit begitu bersabat, bintang-bintang pun tersenyum melihat kebahagian malam itu. Malam yang tak pernah aku bayangkan, di sudut malam hanya ada keceriaan. Dan seteleh malam itu hari-hariku terasa lebih berwarna.
Hari ini Seung Hyun mengajakku untuk jalan-jalan ke Hyangwonjeong, sebuah taman di Gyeongbokgung Seoul. Tanpa pikir panjang aku setuju dengan ajakannya akan tetapi aku meminta izin pada eomma dan appaku, untung aku dibolehkan pergi yang penting jangan sampai pulang kemalaman. Sore itu sekitar pukul 15.00 Seung Hyun sudah ada di depan rumah dan langsung meminta izin pada appa dan eommaku untuk memculikku sebentar. Mobil Seung Hyun pun melaju, sekitar pukul 15.45 kami sudah sampai di Hyangwonjeong, kami berjalan menyusuri jebatan kecil dan panjang, danau yang airnya tenang menambah suasana keindahan tempat itu. Karena kebetulan hari itu hari minggu banyak orang yang berkunjung ke Hyangwonjeong mulai dari keluarga yang piknik sampai yang hanya sekedar mencari suasana.
Beberapa minggu telah berlalu aku dan keluargaku mendapat kabar kalau hal-abeoji (kakek) sedang sakit keras. Kami dipesan untuk pulang ke Gyeongju melihat keadaan hal-abeoji, tak lupa aku memberi tahukan pada Seung Hyun kalau aku akan pergi ke Gyeongju sekitar seminggu atau dua minggu. Seung Hyun hanya bisa pasrah atas kepergianku.
Sesampainya di Gyeongju aku langsung melihat keadaan hal-abeoji ternyata kakek terlihat begitu lemah keluargaku memutuskan untuk membawa kakek ke rumah sakit. Aku hanya bisa berdoa agar kakek bisa cepat sembuh. Hal-abeoji memang sudah mengidap penyakit jantung sepuluh tahun yang lalu ini kedua kalinya penyakit kakek itu kambuh setelah sekian lama. Aku juga kurang tahu kenapa penyakit itu kambuh lagi. Setelah ada keterangan dari dokter kalu kedaaan kakek sudah agak membaik, kakek baru bisa dibiarkan pulang. Aku dan keluargaku memutuskan untuk tinggal seminggu lagi di Gyeongju untuk memasikan kedaan hal-abeoji sudah benar-benar pulih. Tapi siapa yang menyangka kalau aku bisa bertemu dengan Seungri oppa. Ya Seungri oppa seorang namja yang selalu ku tolak cintanya sampai berkali-kali. Entah kenapa dia mendapatiku sedang berjalan-jalan di sekitar rumah kakek. Tapi aku tak heran Karena memang rumah Seungri tak jauh dari rumah hal-abeoji.
“Annyeong, Ree Na” sapa Seungri santai.
“Annyeong juga oppa” sapaku sedikit kaget
“sudah lama ya tidak berjumpa, kau makin cantik saja” goda Seungri oppa.
“Ahh, oppa tak usah memujiku seperti itu, aku sudah tahu maksud kedatangan oppa kesini” jawab Hyun Mi agak sinis.
Seungri oppa hanya tersenyum melihatku bertingkah aneh, tak terasa oppa menarik tanganku dan mengajakku berlari bersamanya. Aku tak bisa berkata apa-apa dia terus menarikku dan sampailah kami di sebuah tempat yang tak asing lagi bagiku. Di bawah pohon rindang itu tempat bermainku dengannya sewaktu masih kecil.
“Ree Na, kau masih ingat kan tempat ini? Ini tempat bermain kita dulu” jelas Seungri oppa dengan wajah yang merona.
Sejenak aku memutar kembali memoriku. Memori enam tahun yang lalu sebelum aku dan keluargaku pindah ke Seoul. Bukan karena apa aku menolak Seungri oppa tapi karena aku merasa kalau dia adalah kakak bagiku yang selau melindungiku. Sebenarnya kau sangat menyukai Seungri oppa karena selain dia selalu menjadi pelindung bagiku dia juga adalah namja yang pandai memainkan gitar dan ketika dia bernyanyi terdengar begitu indah. Terigat saat Seungri oppa menyanyikan sebuah lagu di bawah pohon ini aku akan khusuk mendengarkannya. Biasa, terdengar kicauan burung yang ikut bersenandung mengiringi musik yang dimainkan Seungri oppa. Terasa ketukan agak keras dikepalaku.
“yaaa Ree Na apa yang kau lakukan, melamun saja” menatap Hyun Mi yang baru tersadar dari lamunannya
“Adaaaaww… pekikku kesakitan, ahh oppa sakit tau…” jawabku ketus
“Lagi pula kamu melamun sih, ahh aku tahu pasti melamunkanku ya?” kata Seungri oppa dengan pedenya.
“Ihhh… oppa sok tau deh…”
Seperti yang kuduga di momen yang seperti ini Seungri oppa akan menyatakan persaanya lagi padaku. Tapi jawabanku akan tetap sama, aku tak mungkin bisa menerima perasaan yang melebihi sayang sebagai seorang kakak. Terlihat sekali muka kekecewaan yang menari-nari di wajahnya. Setelah beberapa pembicaraan itu aku diantar pulang Seungri oppa. Walaupun aku sudah memperlakukannya kurang baik dia selalu saja mengulurkan kebaikannya padaku. Karena itu aku tak pernah bisa membenci Seungri oppa.
***
Hari pertama setelah pulang dari Gyeongju, aku belum sempat bertemu dengan Seung Hyun padahal dua minggu belakangan ini aku meridukannya. Setelah menerima kabar dari Seung Hyun aku baru mengetahui kalau Seung Hyun ke luar kota karena ada beberapa uarusan.
“kenapa harus hari ini sih Seung Hyun pergi padahal aku ingin sekali bertemu dengannya” gerutuku dalam hati.
Siapa yang menyangka kalau kedatanganku ke Seoul ternyata di susul oleh Seungri oppa. Malam aku betul-betul terkejut, di luar terdengar suara bel, aku segera beranjak untuk membuka pintunya.
“Chajaaachhh.... Suprise....!!!”
“Yaahhh... Oppa, apa yang kau lakukan di sini..?” seru Ree Na kaget.
“Pabo, bukanya mempersilah kanku duduk malah banyak tanya” sambil menjitak kepala Ree Na.
Aku segera menyuruh oppa duduk di teras rumah, sekalian untuk mengbol-ngobrol. “Hehehe... mianhae Oppa aku betul-betul terkejut, jadi lupa mempersilahkan Oppa duduk” jawab Ree Na malu-malu. “Bagaimana Oppa bisa ada di sini?”.
“Oppa akan melanjutkan kuliah di sini, jadi kita kan sering bertemu lagi” jawab Seungri sengan senyum yang merekah.
“Aku tak mau bertemu Oppa...”
“Ahh... mengaku saja Ree Na pasti kau merindukanku kan..?”
“Anni, baru saja bertemu beberapa hari yang lalu masa merindukan Oppa lagi."
Sebenarnya aku tak enak kalu di godai seperi ini. Belum sempat kuberitahuakan pada Seungri oppa kau aku suadah punya kekasih. Maaf oppa aku tak sanggup harus melihatmu kecewa karena aku. Sebenarnya aku ingin memperkenalkan Seung Hyun pada oppa tapi rasanya sangat berat. Lagi pula Seung Hyun tak ada di sini, dan entah mengapa malam ini aku ingin sekali bertemu dengan Seung Hyun. Tanpa kusadari ada sesuatu yang aneh di tanganku, ku coba lari dari hayalanku untuk melihat nyataku. Ya Tuhan... Seungri Oppa memegang tanganku, eottokhe...
“Asal kau tahu Ree Na, aku tak bisa jauh darimu. Setelah pertemuan beberapa hari yang lalu, ku putuskan untuk ikut ke Seoul denganmu. Memang ini kedengarannya sangat bodoh tapi rasa sayangku, perasaanku tak bisa ku sembunyikan darimu. “Sarange” bisiknya. Terlihat sekali muka yang teramat serius menatapkku.
“Tapi Oppa...”
“Tapi kenapa lagi...??? apa yang kurang dariku?” terdengar suara oppa yang sedikit mengeras.
“Aku sudah punya kekasih lain, aku tak bisa bersamamu oppa” mataku mulai berlinag-linang. Aku tak sanggup melihat kekecewaan itu lagi. Kumantapkan hatiku untuk pergi meninggalkan Seungri oppa. Tapi belum sempat aku beranjak dari tempat dudukku. Ku pandangi seseorang yang tak asing lagi di mataku. Ya tak salah lagi, Seung Hyun yang sedari tadi ada di hadapan kami, tangannya dihiasi rangkain bunga yang indah seketika ia jatuhkan. Karena aku yang terjebak dalam kekacauan perasaan ini, tak ku sadari kedatangannya. Beberapa detik aku bertatapan denganya dan Seung Hyun segera pergi meninggalkan kami yang masih termangu. Perasaanku betul-bertul kacau, Seung Hyun pasti salah paham dengan kejadian tadi. Bergegas kulangkahkan diriku ke dalam rumah untuk mencari kunci mobil yang tergeletak manis di meja belajarku.
Tak sempat lagi ku lihat Seungri oppa, tak sempat lagi aku berpamitan padanya yang ada dipikiranku saat ini hanya Seung Hyun. Bagaimana cara untuk menjelaskan kesalah pahaman ini. Maafkan aku oppa, meninggalkanmu begitu saja. Kulajukan mobil sekencang mungkin, tapi nihil mobil Seung Hyun lelah lenyap dari pandanganku. Aku tak bisa mengejar mobilnya yang mungkin lajunya lebih cepat dariku. Di perjalanan menuju ke rumah Seung Hyun hujan tiba-tiba mengguyur kota Seoul, seakan langit pun ikut meneteskan air mata untukku. Tapi itu tak menjadi benteng penghalang untukku. Beberapa menit kemudian aku sudah berada di depan rumah Seung Hyun tapi aku tak mendapati mobilnya. Mungkinkah Seung Hyun tak pulang ke rumahnya malam ini tapi kemana dia?
Pukul 23.44 aku belum menemukan jejak keberadaan Seung Hyun, tapi tak sedikitpun rasa lelahku untk menemukannya. Hujan semakin deras tak membuatku patah semagat, kulajukan kembali mobilku ke jalan yang sudah agak sunyi, konsentrasiku makin buyar hingga truk besar berwarna biru hampir menabrakku. Ku banting stir membuatku mendarat di sebuah pohon besar. Praaaakkkkk.....!!! tiba-tiba semua jadi gelap.
Ku buka mataku, melihat keadaan mobilku yang sudah rusak parah pasca menabrak pohon, jadi ku putusan untuk kembali pulang kerumah berjalan kaki. Sekitar pukul 03.30 AM aku masih menyusuri trotoar jalan. Sebenarya aku tak menyadari itu, semalaman ini yang kulakuakan hanya berjalan dan berjalan entah sampai kapan aku harus berjalan untuk bisa sampai ke rumah.
Terlihat burung-burung mulai bernyanyi, dedauanan mulai meneteskan embunnya seraya menyambut pagi itu. Di pandanganku sudah ada sebuah rumah yang menjadi tujuanku seperjalanan ini. Kembali kujejakkan langkahku menuju rumah tersebut. Tapi sepertinya ada yang aneh dengan keadaan di sini. Bergegas ku memasuki rumah di sana sudah kulihat Seung Hyun menggunakan jas hitam membuatnya terlihat semakin tampan tapi sayang raut mukanya dibaluti kesedihan, kulihat pula orang tuaku yang saling berpelukan beradu isak tangis, di depannya ada foto yang begitu familiar di mataku. Ya, itu fotoku, tiba-tiba semuanya menghilang dari padangannku.
~~~end~~~