Minggu, 09 Desember 2012

The Last Time Your Comeback

Little    : The Last Time Your Comeback

Genre  : Romance

Cast     :

   Kwon Ji Yong

   Soon Hee

   Se Ri

   All Bigbang Members

   Tae Woo

   Other cast

 

Mentari pagi itu kembali menunjukkan biasnya. Seberkas cahaya itu kembali menyinari di sebilah sudut dunia tak terkecuali di sela jendela sebuah rumah di Seoul Korea Selatan. Namapaknya cahaya itu sudah membangunkan seorang yeoja yang sedang tertidur lelap.

“Soon Hee bangun sudah pagi nanti kamu terlambat ke sekolah”

ne eomma...”

Seketika Soo He beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi. Pagi itu terasa sangat indah ia rasakan, sepertinya hari begitu bersahabat. Terlihat dari rona senyum yang ia pancarkan ketika pergi ke meja makan. Di sana sudah ada ayah, ibu dan adik Soon Hee. “Pagi semua” sapa Soo Hee dengan senyumnya yang merona. Seperti biasa pagi ini ibu selalu membuat nasi goreng makanan kesukaan Soon Hee. Nasi goreng adalah makanan khas Indonesia yang disukai Soon Hee sejak masih kecil. Dulu mereka sekeluarga pernah tinggal di Indonesia sekitar tujuh tahun. Ayah Soon Hee ditugaskan oleh perusahaan untuk menyelesaikan  proyek di Indonesia. Sampai peroyek selesai mereka baru bisa kembali ke Korea. Karena tuntutan pekerjaan ayah Soon Hee sering berkunjung ke Indonesia ibu Soon Hee juga adalah asli Indonesia membuat Soon Hee tidak perlu jauh-jauh ke Indonesia bilamana ingin makan nasi goreng karena ibunya sendiri sangat lihai membuat makanan favoritnya itu. 

Seperti biasa Soon Hee ke sekolah bersama sahabat baiknya, ia mengayuh sepeda menuju sebuah rumah di pertigaan jalan tak jauh dari rumahnya di sanalah Kim Se Ri tinggal. Karena jarak rumah dan sekolah yang tak terlalu jauh mereka selalu menggunakan sepeda ke sekolah.  Terlihat Se Ri sudah menunggunya di depan gerbang rumahnya.

“sudah lama ya menunggu” Tanya Soon Hee dengan muka tanpa dosa”

“begitulah, ya sudah kita langsung berangkat saja!”

Mereka pun akhirnya kembali menyusuri jalan yang agak menurun karena keasyikan bercerita Soon Hee tak sengaja menabrak seseorang namja yang memarkir mobil mewah di pinggir jalan, namja itu tersungkur ke trotoar jalan dan Soon Hee pun ikut terjatuh.

“Hei… kau pabo, di mana kau taruh matamu” ketus namja tersebut dengan muka yang sangat marah.

Joesonghambnida, saya tidak sengaaa…” belum sempat Soon Hee melanjutkan kata-katanya seketika mulutnya terasa membeku ia tak bisa berucap. Saat itu rasanya dunia berhenti berputar pada rotasinya, jarum jam berhenti berdetak, dan darahnya berhenti mengalir. “Ya Tuhan apa yang aku lihat ini, apa aku tak bermimpi. Ahh…  Ji Yong Oppa” jeritnya dalam hati.

“Hei… kau kenapa malah bengngong. Dasar pabo!”

Se Ri sebenarnya juga sangat terkejut melihat seorang Kwon Ji Yong berada di depannya. Tapi ia tidak mau sahabatnya terlihat bodoh di hadapan orang yang ia sangat kagumi. Se Ri langsung menepuk bahu Soon Hee agar dia sadar. Soon Hee tak sedikitpun melepaskan pandangannya dari Ji Yong, saking terkejutnya.

“Joe-song-hamb-nida, saya betul-betul tidak sengaja” jawab Soon Hee dengan gugup. Sebenarnya ia ingin sekali terlihat manis di depan Ji Yong tapi karena kecerobohanya semuanya jadi berantakan. Soon Hee membangunkan sepedanya walaupun saat itu perasaannya seperti sedang melayang ke langit ke tujuh. Betul-betul tak pernah terbesik di benaknya kan hal ini.

“Ya sudahlah, kau pergi saja! Lain kali kalu sedang mengendarai sepeda hati-hati..!” Soon Hee dan Se Ri segera pergi setelah di usir oleh namja itu dan kemudia namja itu kembali sibuk mengutak-atik mobilnya. Tidak tahu kenapa namja itu terus saja memandangi gadis yang mebnabraknya tadi sampai gadis itu tak terlihat lagi ketika membelok di sebuah perempatan.

Hari itu Soon Hee seperti orang yang salah makan, lepas bertemu Ji Yong dia selalu tersenyum-senyum sendiri. Soon Hee menganggap bahwa kecelakaan tadi pagi adalah keberuntungan baginya karena biasa bertatap muka dan berbicara langsung dengan orang yang sangat ia kagumi apalagi dia adalah seorang VIP (Sebutan fans untuk Big Bang). Sebenarnya Soon Hee sedang mempersiapkan diri untuk menghadiri konser Bigbang “Big Show” bulan Maret mendatang dia sengaja mengumpulkan uang agar bisa membeli tiketnya nanti. Soon Hee hanya bisa berdoa mudah-mudahan ia bisa pergi karena Soon Hee belum pernah menyaksikan konser Bigbang secara langsung sebelumnya.

***

            Siang itu di kantin sekolah rerlihat siswa-siswa sedang menikmatai makanan mereka. Di sana juga sepertinya terlihat Soon Hee dan Se Ri mereka berdua duduk di pojok kanan kantin itu. Mereka sedang asik memperbincangkan sesuatu dan tak salah lagi mereka membicarakan kejadian tadi pagi. Tiba-tiba datang seseorang yang pastinya Soon Hee selalu menganggapnya sebagai pengacau. Pengacau ini sering dipanggil Tae Woo. Kalau mau dibilang Tae Woo itu pengacau, bukan juga sih tapi karena sangat sukanya pada Soon Hee dan sering membuat Soon Hee terkejut dan sering membuat kekonyolan-kekonyolan di hadapannya, seperti sekarang ini mereka sedang seriuas bercerita tiba-tiba Tae Woo muncul bak hantu di siang bolong.

Pernah beberapa bulan yang lalu  Tae Woo mencoba mengungkapkan perasaanya pada Soon Hee bukanya Soon Hee merasa bangga malah malu bagaimana tidak Tae Woo menggunakan mikrofon berteriak-teriak di lapangan basket “Soon Hee sarangheo, sarangheo, sarangheo” refleks semua siswa di kelas keluar untuk melihat apa yang terjadi di luar, termasuk Soon Hee yang sedang asik-asiknya belajar, terkejut dan segera berlari keluar. Karena ulah Tae Woo ini pembelajaran terhambat dan akhirnya Tae Woo di hukum berdiri lapangan tiga jam sampai jam istirahat. Bukan hanya itu Soon Hee sendiri merasa sangat malu karena sepekan itu ia menjadi bahan pembicaraan hangat di sekolahnya.

Akan tetapi setelah kejadia itu Tae Woo tak pernah lelah untuk terus mendapatkan hati Soon Hee. Soon Hee memang terkenal sebagai seorang gadis yang cantik dan baik, maka dari itu dia banyak disukai orang. Namun entah mengapa Soon Hee tak pernah tersentuh sedikit pun akan semua perjuangan yang dilakukan oleh Tae Woo untuknya.

“Soon Hee boleh tidak aku duduk di sini” tanya Tae Woo

“Tidak Boleh, cari saja meja lain! Banyak di sana” sambil menunjuk meja-meja kosong.

“Kenapa aku tak boleh duduk di sini dengan nada yang kecewa

“Ihh… pokoknya tidak boleh, kamu di sini hanya menggangu

Se Ri hanya bisa tersenyum melihat sikap sahabatnya yang tak bisa ramah untuk orang yang satu ini. Akhirnya Tae Woo pun beranjak dari sana dengan muka yang kusut. Sepertinya sebentar lagi mukanya perlu disetrika. Lepas itu Se Ri dan Soon Hee melanjutkan ceritanya, saking asiknya mereka tak terasa bahwa bel masuk sudah berbunyi, membuat mereka harus berlari ke kelas.

***

            Pulang sekohah Soon Hee langsung masuk ke kamarnya dan merebahkan badannya di atas kasur yang empuk. Ia kembali memikirkan kejadian hari ini, setiap kali memikirkannya ia hanya merasa kalau itu hanyalah mimpi belaka, tapi tidak itu nyata. Siang itu iya baru ingat kalau dia ada janji dengan Se Ri hari ini akan ke toko buku sore nanti. Soon Hee langsung meraih ponselnya yang ada di dalam tasnya.

            Jadi ke toko buku tidak hari ini?

            Sender: Soon Hee

            Iya… jadi, mau brangkat jam berapa?

            Sender: Se Ri

            Pukul lima saja, bagaimana?

            Sender: Soon He

            Hmmm… ok lah, ku tunggu di rumah ya!

            Sender: Se Ri

            Ye…

            Sender: Soon Hee

            Pukul 17.05 Soon Hee berangkat dari rumah menggunakan mobil ayahnya untuk memjemput Se Ri. Seperti biasa Se Ri sudah ada di depan pintu pagar rumahnya. Hari itu mereka memutuskan untuk pergi ke toko buku yang berda di suatu Mall Center, karena mereka sekalian berjalan-jalan setelah membeli buku. Di toko buku. Setelah Soon Hee dan Se Ri menemukan buku yang mereka cari dia berjalan menuju rak-rak buku yang lain sedangkan Se Ri entah mengapa dia sudah tidak ada di samping Soon Hee. Soon Hee mulai melangkahkan kakinya dan terhenti di sebuah rak buku dia memperhatikan sebuah buku dengan sangat khusyuk di samapulnaya tertulis dengan sangat jelas The Secret of Big Bang. Tiba-tiba terbesik dibenaknya “ahh rasanya ingin sekali punya buku itu tapi apa boleh buat ayah hanya memberikan uang khusus membeli buku pelajaran saja. Soon Hee mulai berpikir bagaimana caranya supaya ia bisa memiliki buku itu. Kalau hanya mengandalan uang saku saja pasti tidakakan cukup apalagi tanggal tiga Maret nanti BIG SHOW Bigbang akan digelar Soon Hee mulai galau memikirkan itu. Belum sempat ia meraih buku itu, tiba-tiba ada seseorang di sampingnya yang merebutnya duluan respek ia merasa kesal pada orang tersebut sepertinya ia langsung ingin marah saja pada orang itu. Mukanya tidak terlalu jelas karena menggunakan kaca mata hitam dengan topi yang di tunddukkan. orang tersebut langsung pergi meninggalkan Soon Hee yang terlihat sangat bingung. Awalanya Soon Hee merasa agak  biasa saja akan tetapi setelah menengok kembali ke arah rak buku “OH MY GOD” bukunya sudah habis. Rasanya saat itu kepala Soon Hee ingin pecah, ia segera ke bagian informasi untuk menanyakan buku tersebut.

            annyeonghanseo, apakah stock  untuk buku The Secret of Big Bang masih ada?” tanya Soon Hee dengan air muka yang sangat serius.

            mianatha,  sudah habis, baru saja buku tersebut dibeli oleh seseorang”

            jinjayo...? apakah betul-betul sudah tidak ada? Coba cek ulang!"

            “maaf, betul-betul sudah habis” jawab pegawai toko buku itu meyakinkan

            Rasanya saat itu Soon Hee ingin menagis, dia tidak akan pernah mendapatkan buku itu lagi. Soon Hee langsung pergi meninggalkan toko buku itu, di pintu masuk Soon Hee bertemu dengan Se Ri yang dari tadi hilang entah kemana.

“kamu dari mana saja?” tanya Soon Hee denga muka lesu.

“dari toilet, maaf tadi tidak sempat bilang, ada apa kenapa mukamu ditekuk begitu?”

“tadi aku meliat buku The Secret of Big Bang, rencananya aku ingin membelinya nanti tapi ternyata buku tersebut baru saja dibeli oleh seseorang. Rasanya tak rela, eottkhae bukunya sekarang sudah habis. Betul-betul ingin menangis” jawab Soon Hee panjang lebar dengan mata yang berlinang.

“ya sudahlah, relakan saja  kita kan bisa cari di tempat lain nanti”

“pasti di tempat lain juga sudah habis” muka Soon Hee betul-betul putus asa.

Di perjalanan pulang sekitar pukul 21.04 Soon Hee memandangi sekelilingnya. Kota Seoul masih belum menunjukkan tanda-tanda mengantuk. Bangunan-bangunan yang berjejer di sepanjang jalan seakan sedang menerangi seluruh kota, membujuk orang-orang untuk terus beraktifitas. Jam memang sudah menunjukkan pukul sepuluh lewat, akan tetapi jalanan masih dipenuhi pejalan kaki dan mobil-mobil yang berlalu-lalang. Suasana kota Seoul betul-betul membuat pikiranku menjadi ringan melupakan kejadian tadi yang sudah menguras air matanya.

***

            Waktu yang sangat dinantika oleh Soon Hee 3 Maret 2012, dimana dia akan kembali melihat performance Big Bang. Sepertinya tak sabar lagi Soon Hee ingin berada di barisan paling depan agar bisa melihat Bigbang dengan jelas, kesempatan emas bisa melihat secara langsung oppadeul setelah kejadian beberapa waktu lalu. Persipan untuk nonton konser sudah Soon Hee persiapkan dari jauh-jauh hari. Soon Hee rela menyisipkan sebagian besar uang jajannya untuk membeli tiket. Malam itu Soon Hee berangkat lebih cepat dari jam yang ditentukan memakai pakaian se-perfect mungkin. Sesampainya di sana ternya bukan hanya dia yang datang lebih awal sudah banyak VIP lainya yang sudah siap dari tadi. Tapi syukurlah Soon Hee tetap mendapatkan barisan paling depan.

Berselang satu jam kedepan, riuh penonton yang semakin lama semakin banyak terdengar dari setiap sudut gedung pertunjukan. Hati Soon Hee semakin tak karuan ketika opening konser menampilkan profil Bigbang betul-betul mewah dan sangat megah membuatnya tak sadar butiran seperti kristal mendarat di pipinya.  Soon Hee tidak tahu kenapa dia bisa merasakan haru yang amat sangat mungkin rasa rindu akan hadirnya Bigbang sudah menumpuk bak gunung berapi yang sudah saatnya meledak dengan larva yang siap memenuhi tepian perasaannya. Suara riuh penonton kembali terdengar ini lebih bersemangat dari riuh sebelumnya. Big Bang muncul dari bawah panggaung dengan senyum yang merekah menyapa VIPs “it’s Bigang”. Bigbang meyanyikan lagu pembuka konser itu Tonight “my favorite song” tegas Soon Hee dalam hati, untuk lagu berikutnya yang dinyanyikan Bigbang  sebagian besar adalah mini album mereka Alive. Di penghujung waktu akan berakhirnya konser Bigbang menyanyikan  sebuah  lagu yang merupakan lagu Jepang diaransemen kembali Let Me Hear You Voice.

Selama konser berlangsung tak pernah sedikit pun Soon Hee melepaskan pandangannya dari Ji Young Oppa. “kapan aku bisa bertemu lagi dengan oppa seperti waktu itu, tapi sepertinya itu sangat mustahil terjadi kembali” Soon Hee menghela nafas dan kembali memusatkan konsentrasinya ke arah Jiyong yang ternyata sudah ada di hadapanya ia tak sadar karena beberapa menit lalu membayangkan kembali pertemuan mereka beberapa waktu lalu.

 

Soon Hee

            Aku taka sadar akan hal ini Ji Yong oppa sudah berdiri manis di hadapanku. Aku memandangnya memastikan itu hanyalah hayalanku saja. Tapi jika memang khayalan kenapa VIPs memandangiku iri. Ji Yong mengulurkan tangannya padaku, respek aku meraih tanganya, dia menarikku dan jatuh ke pelukanya. Terengar Ji Yong oppa bisikkan sesuatu di telingaku sharange. Saat itu betul-betul  tak ada lagi yang bisa kupikirkan detak jantungku tak bisa dihitung lagi, seakan seisi dunia hanya memandangi kami.  Aku kembali ingin menjernihkan pikiranku sementara Ji Yong oppa masih manggengam tanganku amat sangat erat dan terasa kehangatan yang ia berikan. Ia menarikku pergi di antara ribuan penonton. Taeyang, Daesung, Seungri, dan TOP terlihat memandangi kami dengan senyum penuh arti.

 

Ji Yong

            Aku menariknya pergi di antara ribuan penonton yang sedari tadi memperhatikan kami. Ku bawa Soon Hee pergi ke suatu tempat yang dulu sering kami kunjungi waktu kami masih kecil. Waktu itu aku sangat kecewa karena Soon Hee harus pergi ke Indonesia padahal bagiku Soon Hee adalah teman terbaikku. Setelah kepergianya meninggalkanku aku baru merasakan kehilangan. Dialah cinta pertamaku walau waktu itu umurku baru 12 tahun tapi perasaan itu  betul-betul melekat di hatiku. Mulai saat itu ku putuskan untuk menjadi seorang penyanyi agar ketika nanti jika Soon Hee kembali ke Seoul bisa mengenaliku dengan mudah. Tapi sayang, dia tak kenal denganku lagi padahal aku hanya mengganti nama margaku saja waktu itu ibuku menikah lagi setelah ayahku meninggal, dia hanya mengenalku sebagai seorang penyanyi yang ia sangat idolakan. Yang aku harapka ia menyukaiku bukan sebagai G-Dragon tapi sebagai Ji Yong di masa kecil dulu. Pertemuan pagi itu ketika Soon Hee  menabrakku , sebenarnya aku sengaja ingin melihatnya setelah sekian lama tak bertemu tapi waktunya tidak tepat untuk memberitahukannya. Saat aku mengetahui Soon Hee sudah kembali ke Korea setahun yang lalu aku mulai mencarinya tapi tak semudah itu karena aku sangat sibuk. Dan sekitar tiga minggu lalu aku baru mengetahui semuanya tentang dirinya tempat tinggal, sekolah dan kesukaannya. Begitupun yang terjadi di toko buku aku sengaja mendahului Soon Hee untuk memberikan kejutan padanya. Malam ini aku akan memberikan buku itu padanya, setidaknya segai tanda maafku karena baru sekarang aku bisa menemuinya. Semua ini terjadi juga berkat Se Ri yang selalu memberikan informasi padaku.

 Di atas mobil tak hentinya aku memandagi wajahnya yang terlihat kebingungan, sampai aku berhenti di sebuah taman tempat kami bermain dulu. Ku bukakan pintu mobil dan kuraih tangannya berjalan menuju taman itu.

              “sepertinya aku mengenal tempat ini” Soon Hee membuka pembicaraan

        “bukan kenal lagi dulu kamu sering bermain di sini sepulang sekolah kan?” Ji Yong menjawab dengan senyum yang sangat manis.

                “dari mana oppa tahu kalau aku sering ke sini?” tanya Soon Hee keheranan.

                “karena saat itu kau selalu bersamaku”

            Soon Hee mencoba mencerna setiap frasa yang Ji Yong ucapkan, dan itu  membuatnya sangat kaget. “jadi kau betul-betul Ji Yong ku yang dulu?”

Aku menganggukkan kepala sembari tersenyum padanya. Dia respek memelukku dengan erat, terasa selakali rindunya akan diriku, begitupun denganku aku teramat sangat merindukanya. Ini adalah awal dari kisah kasih kami.

 

~~~end~~~

My Note: ini hanya imajinasi ku saja sebagai seorang VIP yang teramat sangat ingin bertemu dengan idolanya. Jika ada kekurangan mohon di maafkan, maaf ceritanya agak membosankan. >_<

Tidak ada komentar:

Posting Komentar