The Last Time Your Comeback
Little : The Last
Time Your Comeback
Genre : Romance
Cast :
Kwon Ji Yong
Soon Hee
Se Ri
All Bigbang Members
Tae Woo
Other cast
Mentari pagi itu kembali menunjukkan biasnya. Seberkas
cahaya itu kembali menyinari di sebilah sudut dunia tak terkecuali di sela
jendela sebuah rumah di Seoul Korea Selatan. Namapaknya cahaya itu sudah
membangunkan seorang yeoja yang sedang tertidur lelap.
“Soon Hee bangun sudah pagi nanti kamu terlambat ke sekolah”
“ne eomma...”
Seketika Soo He beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar
mandi. Pagi itu terasa sangat indah ia rasakan, sepertinya hari begitu
bersahabat. Terlihat dari rona senyum yang ia pancarkan ketika pergi ke meja
makan. Di sana sudah ada ayah, ibu dan adik Soon Hee. “Pagi semua” sapa Soo Hee
dengan senyumnya yang merona. Seperti biasa pagi ini ibu selalu membuat nasi
goreng makanan kesukaan Soon Hee. Nasi goreng adalah makanan khas Indonesia
yang disukai Soon Hee sejak masih kecil. Dulu mereka sekeluarga pernah tinggal
di Indonesia sekitar tujuh tahun. Ayah Soon Hee ditugaskan oleh perusahaan untuk
menyelesaikan proyek di Indonesia.
Sampai peroyek selesai mereka baru bisa kembali ke Korea. Karena tuntutan
pekerjaan ayah Soon Hee sering berkunjung ke Indonesia ibu Soon Hee juga adalah
asli Indonesia membuat Soon Hee tidak perlu jauh-jauh ke Indonesia bilamana
ingin makan nasi goreng karena ibunya sendiri sangat lihai membuat makanan
favoritnya itu.
Seperti biasa Soon Hee ke sekolah bersama sahabat baiknya,
ia mengayuh sepeda menuju sebuah rumah di pertigaan jalan tak jauh dari
rumahnya di sanalah Kim Se Ri tinggal. Karena jarak rumah dan sekolah yang tak
terlalu jauh mereka selalu menggunakan sepeda ke sekolah. Terlihat Se Ri sudah menunggunya di depan
gerbang rumahnya.
“sudah lama ya menunggu” Tanya Soon Hee dengan muka tanpa
dosa”
“begitulah, ya sudah kita langsung berangkat saja!”
Mereka pun akhirnya kembali menyusuri jalan yang agak
menurun karena keasyikan bercerita Soon Hee tak sengaja menabrak seseorang
namja yang memarkir mobil mewah di pinggir jalan, namja itu tersungkur ke
trotoar jalan dan Soon Hee pun ikut terjatuh.
“Hei… kau pabo, di mana kau taruh matamu” ketus namja
tersebut dengan muka yang sangat marah.
“Joesonghambnida, saya tidak sengaaa…” belum sempat Soon Hee
melanjutkan kata-katanya seketika mulutnya terasa membeku ia tak bisa berucap.
Saat itu rasanya dunia berhenti berputar pada rotasinya, jarum jam berhenti
berdetak, dan darahnya berhenti mengalir. “Ya Tuhan apa yang aku lihat ini, apa
aku tak bermimpi. Ahh… Ji Yong Oppa” jeritnya dalam hati.
“Hei… kau kenapa malah bengngong. Dasar pabo!”
Se Ri sebenarnya juga sangat terkejut melihat seorang Kwon
Ji Yong berada di depannya. Tapi ia tidak mau sahabatnya terlihat bodoh di
hadapan orang yang ia sangat kagumi. Se Ri langsung menepuk bahu Soon Hee agar
dia sadar. Soon Hee tak sedikitpun melepaskan pandangannya dari Ji Yong, saking
terkejutnya.
“Joe-song-hamb-nida, saya betul-betul tidak sengaja” jawab
Soon Hee dengan gugup. Sebenarnya ia ingin sekali terlihat manis di depan Ji
Yong tapi karena kecerobohanya semuanya jadi berantakan. Soon Hee membangunkan
sepedanya walaupun saat itu perasaannya seperti sedang melayang ke langit ke
tujuh. Betul-betul tak pernah terbesik di benaknya kan hal ini.
“Ya sudahlah, kau pergi saja! Lain kali kalu sedang
mengendarai sepeda hati-hati..!” Soon Hee dan Se Ri segera pergi setelah di
usir oleh namja itu dan kemudia namja itu kembali sibuk mengutak-atik mobilnya.
Tidak tahu kenapa namja itu terus saja memandangi gadis yang mebnabraknya tadi sampai
gadis itu tak terlihat lagi ketika membelok di sebuah perempatan.
Hari itu Soon Hee seperti orang yang salah makan, lepas
bertemu Ji Yong dia selalu tersenyum-senyum sendiri. Soon Hee menganggap bahwa
kecelakaan tadi pagi adalah keberuntungan baginya karena biasa bertatap muka
dan berbicara langsung dengan orang yang sangat ia kagumi apalagi dia adalah
seorang VIP (Sebutan fans untuk Big Bang). Sebenarnya Soon Hee sedang mempersiapkan diri untuk menghadiri
konser Bigbang “Big Show” bulan Maret mendatang dia sengaja mengumpulkan uang
agar bisa membeli tiketnya nanti. Soon Hee hanya bisa berdoa mudah-mudahan ia
bisa pergi karena Soon Hee belum pernah menyaksikan konser Bigbang secara
langsung sebelumnya.
***
Siang itu
di kantin sekolah rerlihat siswa-siswa sedang menikmatai makanan mereka. Di
sana juga sepertinya terlihat Soon Hee dan Se Ri mereka berdua duduk di pojok
kanan kantin itu. Mereka sedang asik memperbincangkan sesuatu dan tak salah
lagi mereka membicarakan kejadian tadi pagi. Tiba-tiba datang seseorang yang
pastinya Soon Hee selalu menganggapnya sebagai pengacau. Pengacau ini sering
dipanggil Tae Woo. Kalau mau dibilang Tae Woo itu pengacau, bukan juga sih tapi
karena sangat sukanya pada Soon Hee dan sering membuat Soon Hee terkejut dan sering membuat kekonyolan-kekonyolan di hadapannya, seperti sekarang ini mereka sedang
seriuas bercerita tiba-tiba Tae Woo muncul bak hantu di siang bolong.
Pernah beberapa bulan yang lalu Tae Woo mencoba mengungkapkan perasaanya pada
Soon Hee bukanya Soon Hee merasa bangga malah malu bagaimana tidak Tae Woo
menggunakan mikrofon berteriak-teriak di lapangan basket “Soon Hee sarangheo,
sarangheo, sarangheo” refleks semua siswa di kelas keluar untuk melihat apa yang
terjadi di luar, termasuk Soon Hee yang sedang asik-asiknya belajar, terkejut
dan segera berlari keluar. Karena ulah Tae Woo ini pembelajaran terhambat dan
akhirnya Tae Woo di hukum berdiri lapangan tiga jam sampai jam istirahat. Bukan
hanya itu Soon Hee sendiri merasa sangat malu karena sepekan itu ia menjadi
bahan pembicaraan hangat di sekolahnya.
Akan tetapi setelah kejadia itu Tae Woo tak pernah lelah
untuk terus mendapatkan hati Soon Hee. Soon Hee memang terkenal sebagai seorang
gadis yang cantik dan baik, maka dari itu dia banyak disukai orang. Namun
entah mengapa Soon Hee tak pernah tersentuh sedikit pun akan semua perjuangan
yang dilakukan oleh Tae Woo untuknya.
“Soon Hee boleh tidak aku duduk di sini” tanya Tae Woo
“Tidak Boleh, cari saja meja lain! Banyak di sana” sambil menunjuk meja-meja kosong.
“Kenapa aku tak boleh duduk di sini” dengan nada yang kecewa
“Ihh… pokoknya tidak boleh, kamu di sini hanya menggangu”
Se Ri hanya bisa tersenyum melihat sikap sahabatnya yang tak
bisa ramah untuk orang yang satu ini. Akhirnya Tae Woo pun beranjak dari sana
dengan muka yang kusut. Sepertinya sebentar lagi mukanya perlu disetrika. Lepas
itu Se Ri dan Soon Hee melanjutkan ceritanya, saking asiknya mereka tak terasa
bahwa bel masuk sudah berbunyi, membuat mereka harus berlari ke kelas.
***
Pulang
sekohah Soon Hee langsung masuk ke kamarnya dan merebahkan badannya di atas kasur yang empuk. Ia kembali memikirkan kejadian hari ini, setiap kali memikirkannya ia
hanya merasa kalau itu hanyalah mimpi belaka, tapi tidak itu nyata. Siang itu
iya baru ingat kalau dia ada janji dengan Se Ri hari ini akan ke toko buku sore
nanti. Soon Hee langsung meraih ponselnya yang ada di dalam tasnya.
Jadi ke toko buku tidak hari ini?
Sender:
Soon Hee
Iya… jadi, mau brangkat jam berapa?
Sender: Se
Ri
Pukul lima saja, bagaimana?
Sender:
Soon He
Hmmm… ok lah, ku tunggu di rumah
ya!
Sender: Se
Ri
Ye…
Sender:
Soon Hee
Pukul
17.05 Soon Hee berangkat dari rumah menggunakan mobil ayahnya untuk memjemput
Se Ri. Seperti biasa Se Ri sudah ada di depan pintu pagar rumahnya. Hari itu
mereka memutuskan untuk pergi ke toko buku yang berda di suatu Mall Center, karena mereka sekalian berjalan-jalan setelah membeli buku. Di toko
buku. Setelah Soon Hee dan Se Ri menemukan buku yang mereka cari dia berjalan menuju
rak-rak buku yang lain sedangkan Se Ri entah mengapa dia sudah tidak ada di
samping Soon Hee. Soon Hee mulai melangkahkan kakinya dan terhenti di sebuah
rak buku dia memperhatikan sebuah buku dengan sangat khusyuk di samapulnaya
tertulis dengan sangat jelas The Secret of Big Bang. Tiba-tiba terbesik
dibenaknya “ahh rasanya ingin sekali punya buku itu tapi apa boleh buat ayah
hanya memberikan uang khusus membeli buku pelajaran saja. Soon Hee mulai berpikir bagaimana caranya supaya ia bisa memiliki buku itu. Kalau hanya mengandalan uang saku saja pasti
tidakakan cukup apalagi tanggal tiga Maret nanti BIG SHOW Bigbang akan digelar. Soon Hee mulai galau memikirkan itu. Belum sempat ia meraih buku itu,
tiba-tiba ada seseorang di sampingnya yang merebutnya duluan respek ia merasa
kesal pada orang tersebut sepertinya ia langsung ingin marah saja pada orang
itu. Mukanya tidak terlalu jelas karena menggunakan kaca mata hitam dengan topi
yang di tunddukkan. orang tersebut langsung pergi meninggalkan Soon Hee yang
terlihat sangat bingung. Awalanya Soon Hee merasa agak biasa saja akan tetapi setelah menengok
kembali ke arah rak buku “OH MY GOD” bukunya sudah habis. Rasanya saat itu
kepala Soon Hee ingin pecah, ia segera ke bagian informasi untuk menanyakan
buku tersebut.
“annyeonghanseo, apakah stock untuk buku The Secret of Big Bang masih ada?”
tanya Soon Hee dengan air muka yang sangat serius.
“mianatha, sudah habis, baru saja buku tersebut dibeli
oleh seseorang”
“jinjayo...? apakah betul-betul sudah tidak ada? Coba cek ulang!"
“maaf,
betul-betul sudah habis” jawab pegawai toko buku itu meyakinkan
Rasanya
saat itu Soon Hee ingin menagis, dia tidak akan pernah mendapatkan buku itu
lagi. Soon Hee langsung pergi meninggalkan toko buku itu, di pintu masuk Soon
Hee bertemu dengan Se Ri yang dari tadi hilang entah kemana.
“kamu dari mana saja?” tanya Soon
Hee denga muka lesu.
“dari toilet, maaf tadi tidak
sempat bilang, ada apa kenapa mukamu ditekuk begitu?”
“tadi aku meliat buku The Secret of
Big Bang, rencananya aku ingin membelinya nanti tapi ternyata buku tersebut baru saja dibeli oleh seseorang. Rasanya tak rela, eottkhae bukunya sekarang sudah habis. Betul-betul ingin
menangis” jawab Soon Hee panjang lebar dengan mata yang berlinang.
“ya sudahlah, relakan saja kita kan bisa cari di tempat lain nanti”
“pasti di tempat lain juga sudah
habis” muka Soon Hee betul-betul putus asa.
Di perjalanan pulang sekitar pukul
21.04 Soon Hee memandangi sekelilingnya. Kota Seoul masih belum menunjukkan
tanda-tanda mengantuk. Bangunan-bangunan yang berjejer di sepanjang jalan
seakan sedang menerangi seluruh kota, membujuk orang-orang untuk terus
beraktifitas. Jam memang sudah menunjukkan pukul sepuluh lewat, akan tetapi
jalanan masih dipenuhi pejalan kaki dan mobil-mobil yang berlalu-lalang.
Suasana kota Seoul betul-betul membuat pikiranku menjadi ringan melupakan
kejadian tadi yang sudah menguras air matanya.
***
Waktu yang
sangat dinantika oleh Soon Hee 3 Maret 2012, dimana dia akan kembali melihat
performance Big Bang. Sepertinya tak sabar lagi Soon Hee ingin berada di
barisan paling depan agar bisa melihat Bigbang dengan jelas, kesempatan emas
bisa melihat secara langsung oppadeul setelah kejadian beberapa waktu lalu.
Persipan untuk nonton konser sudah Soon Hee persiapkan dari jauh-jauh hari.
Soon Hee rela menyisipkan sebagian besar uang jajannya untuk membeli tiket.
Malam itu Soon Hee berangkat lebih cepat dari jam yang ditentukan memakai
pakaian se-perfect mungkin. Sesampainya di sana ternya bukan hanya dia yang
datang lebih awal sudah banyak VIP lainya yang sudah siap dari tadi. Tapi
syukurlah Soon Hee tetap mendapatkan barisan paling depan.
Berselang satu jam kedepan, riuh penonton yang semakin lama
semakin banyak terdengar dari setiap sudut gedung pertunjukan. Hati Soon Hee
semakin tak karuan ketika opening konser menampilkan profil Bigbang betul-betul
mewah dan sangat megah membuatnya tak sadar butiran seperti kristal mendarat di
pipinya. Soon Hee tidak tahu kenapa dia
bisa merasakan haru yang amat sangat mungkin rasa rindu akan hadirnya Bigbang
sudah menumpuk bak gunung berapi yang sudah saatnya meledak dengan larva yang siap memenuhi tepian perasaannya. Suara riuh penonton kembali terdengar ini lebih bersemangat
dari riuh sebelumnya. Big Bang muncul dari bawah panggaung dengan senyum yang
merekah menyapa VIPs “it’s Bigang”. Bigbang meyanyikan lagu pembuka konser itu Tonight “my favorite song” tegas Soon Hee dalam hati, untuk lagu berikutnya
yang dinyanyikan Bigbang sebagian besar
adalah mini album mereka Alive. Di penghujung waktu akan berakhirnya konser
Bigbang menyanyikan sebuah lagu yang merupakan lagu Jepang diaransemen
kembali Let Me Hear You Voice.
Selama konser berlangsung tak pernah sedikit pun Soon Hee
melepaskan pandangannya dari Ji Young Oppa. “kapan aku bisa bertemu lagi dengan
oppa seperti waktu itu, tapi sepertinya itu sangat mustahil terjadi kembali”
Soon Hee menghela nafas dan kembali memusatkan konsentrasinya ke arah Jiyong
yang ternyata sudah ada di hadapanya ia tak sadar karena beberapa menit lalu
membayangkan kembali pertemuan mereka beberapa waktu lalu.
Soon Hee
Aku taka
sadar akan hal ini Ji Yong oppa sudah berdiri manis di hadapanku. Aku
memandangnya memastikan itu hanyalah hayalanku saja. Tapi jika memang khayalan
kenapa VIPs memandangiku iri. Ji Yong mengulurkan tangannya padaku, respek aku
meraih tanganya, dia menarikku dan jatuh ke pelukanya. Terengar Ji Yong oppa
bisikkan sesuatu di telingaku sharange. Saat itu betul-betul tak ada lagi yang bisa kupikirkan detak
jantungku tak bisa dihitung lagi, seakan seisi dunia hanya memandangi
kami. Aku kembali ingin menjernihkan
pikiranku sementara Ji Yong oppa masih manggengam tanganku amat sangat erat dan
terasa kehangatan yang ia berikan. Ia menarikku pergi di antara ribuan penonton.
Taeyang, Daesung, Seungri, dan TOP terlihat memandangi kami dengan senyum penuh
arti.
Ji Yong
Aku
menariknya pergi di antara ribuan penonton yang sedari tadi memperhatikan kami.
Ku bawa Soon Hee pergi ke suatu tempat yang dulu sering kami kunjungi waktu
kami masih kecil. Waktu itu aku sangat kecewa karena Soon Hee harus pergi ke
Indonesia padahal bagiku Soon Hee adalah teman terbaikku. Setelah kepergianya
meninggalkanku aku baru merasakan kehilangan. Dialah cinta pertamaku walau
waktu itu umurku baru 12 tahun tapi perasaan itu betul-betul melekat di hatiku. Mulai saat itu
ku putuskan untuk menjadi seorang penyanyi agar ketika nanti jika Soon Hee
kembali ke Seoul bisa mengenaliku dengan mudah. Tapi sayang, dia tak kenal
denganku lagi padahal aku hanya mengganti nama margaku saja waktu itu ibuku
menikah lagi setelah ayahku meninggal, dia hanya mengenalku sebagai seorang
penyanyi yang ia sangat idolakan. Yang aku harapka ia menyukaiku bukan sebagai
G-Dragon tapi sebagai Ji Yong di masa kecil dulu. Pertemuan pagi itu ketika
Soon Hee menabrakku , sebenarnya aku
sengaja ingin melihatnya setelah sekian lama tak bertemu tapi waktunya tidak
tepat untuk memberitahukannya. Saat aku mengetahui Soon Hee sudah kembali ke
Korea setahun yang lalu aku mulai mencarinya tapi tak semudah itu karena aku
sangat sibuk. Dan sekitar tiga minggu lalu aku baru mengetahui semuanya tentang
dirinya tempat tinggal, sekolah dan kesukaannya. Begitupun yang terjadi di toko
buku aku sengaja mendahului Soon Hee untuk memberikan kejutan padanya. Malam
ini aku akan memberikan buku itu padanya, setidaknya segai tanda maafku karena
baru sekarang aku bisa menemuinya. Semua ini terjadi juga berkat Se Ri yang
selalu memberikan informasi padaku.
Di atas mobil tak
hentinya aku memandagi wajahnya yang terlihat kebingungan, sampai aku berhenti
di sebuah taman tempat kami bermain dulu. Ku bukakan pintu mobil dan kuraih
tangannya berjalan menuju taman itu.
“sepertinya aku mengenal tempat ini” Soon Hee membuka pembicaraan
“bukan kenal lagi dulu kamu sering
bermain di sini sepulang sekolah kan?” Ji Yong menjawab dengan senyum yang
sangat manis.
“dari mana
oppa tahu kalau aku sering ke sini?” tanya Soon Hee keheranan.
“karena
saat itu kau selalu bersamaku”
Soon Hee
mencoba mencerna setiap frasa yang Ji Yong ucapkan, dan itu membuatnya sangat kaget. “jadi kau
betul-betul Ji Yong ku yang dulu?”
Aku menganggukkan kepala sembari tersenyum padanya. Dia
respek memelukku dengan erat, terasa selakali rindunya akan diriku, begitupun
denganku aku teramat sangat merindukanya. Ini adalah awal dari kisah kasih
kami.
~~~end~~~
My Note: ini hanya
imajinasi ku saja sebagai seorang VIP yang teramat sangat ingin bertemu dengan
idolanya. Jika ada kekurangan mohon di maafkan, maaf ceritanya agak
membosankan. >_<
Tidak ada komentar:
Posting Komentar